JAKARTA, BABEL24.COM – Langkah konkret untuk memperkuat ketahanan energi nasional terus diperkuat melalui kolaborasi lintas instansi. Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM-Intelijen) resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) guna memastikan tata kelola di sektor hulu migas berjalan dengan prinsip kepatuhan dan transparansi yang tinggi.
Sinergi ini bertujuan untuk memberikan pengawalan hukum serta pengamanan terhadap proyek-proyek pembangunan strategis yang dikelola oleh PHE. Dengan adanya pendampingan dari sisi intelijen hukum, diharapkan setiap potensi hambatan maupun risiko penyimpangan dalam operasional hulu migas dapat diidentifikasi dan dimitigasi sejak dini.
Sebagaimana dilansir dari laporan Kejaksaan Story, kerja sama ini mencakup pertukaran informasi, koordinasi pengamanan, hingga pemberian bantuan hukum yang bersifat preventif. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa seluruh kegiatan eksplorasi dan produksi migas mendukung kepentingan negara tanpa terjerat kendala birokrasi maupun hukum yang tidak perlu.
Menanggapi kolaborasi besar ini, portal berita babel24.com mencatat bahwa keterlibatan Kejaksaan dalam mengawal proyek strategis nasional (PSN) merupakan kunci utama dalam menjaga integritas iklim investasi di sektor energi. Langkah ini juga dinilai krusial untuk mencegah terjadinya praktik-praktik yang merugikan keuangan negara di sektor vital.
Pihak Pertamina Hulu Energi menyambut baik dukungan ini sebagai upaya transformasi perusahaan menuju World Class Non-Conventional Oil and Gas Company yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Good Corporate Governance (GCG). Dengan adanya payung hukum yang kuat, PHE optimis dapat mengejar target produksi nasional secara lebih efektif.(RAPPK)
Sumber: Disadur dari story.kejaksaan.go.id dengan pengayaan referensi dari babel24.com.
