BANTUL, DI YOGYAKARTA — Perjalanan ke kawasan Mangunan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menawarkan pengalaman yang berbeda dari wisata perkotaan. Jalan yang menanjak dan berkelok membawa perjalanan menuju kawasan perbukitan dengan udara yang relatif sejuk serta pemandangan alam yang terbuka.
Perjalanan penulis ke kawasan Mangunan dan Imogiri menjadi kesempatan untuk menikmati suasana tersebut secara langsung. Bersama Nur sebagai narasumber perjalanan, perjalanan tidak hanya diisi dengan mengunjungi tempat wisata, tetapi juga menikmati suasana jalan, perbukitan, dan kehidupan masyarakat di sekitar kawasan.
Salah satu tujuan yang disinggahi adalah Kebun Buah Mangunan. Destinasi ini berada di Kalurahan Mangunan, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, dan dikenal memiliki lanskap perbukitan dengan pemandangan ke arah kawasan Imogiri dan aliran Sungai Oya.
Perjalanan Menuju Kawasan Mangunan
Perjalanan menuju Mangunan memberikan pengalaman tersendiri. Setelah meninggalkan kawasan perkotaan, suasana perlahan berubah ketika kendaraan mulai memasuki wilayah perbukitan.
Jalan yang menanjak dan berkelok menjadi bagian dari perjalanan. Di beberapa titik, pepohonan dan hamparan perbukitan terlihat di sisi jalan.
Kondisi tersebut membuat perjalanan terasa tidak monoton. Pemandangan yang berubah mengikuti kontur wilayah menjadi bagian dari pengalaman sebelum sampai ke lokasi wisata.
Kawasan Mangunan sendiri berada di wilayah Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul. Pemerintah Kabupaten Bantul mencatat kawasan Kebun Buah Mangunan dikembangkan pada lahan perbukitan dan memiliki lanskap yang menarik dengan pemandangan pegunungan di sekitarnya.
Bagi penulis, perjalanan seperti ini memperlihatkan bahwa pengalaman wisata tidak selalu dimulai ketika sampai di pintu masuk sebuah objek wisata. Jalan yang dilalui pun dapat menjadi bagian dari cerita perjalanan.
Menikmati Pemandangan dari Perbukitan
Sesampainya di kawasan Mangunan, suasana pegunungan semakin terasa.
Dari kawasan Kebun Buah Mangunan, wisatawan dapat menikmati bentang alam daerah Imogiri dengan aliran Sungai Oya dan perbukitan di sekitarnya. Informasi tersebut juga tercantum dalam laman pariwisata resmi Kabupaten Bantul.
Pemandangan tersebut menjadi salah satu alasan kawasan Mangunan menarik untuk dikunjungi.
Bagi pengunjung yang datang pada waktu yang tepat, terutama pagi hari, kondisi kabut di kawasan perbukitan dapat memberikan suasana berbeda. Dalam dokumen profil Kapanewon Dlingo, Kebun Buah Mangunan juga disebut sebagai salah satu lokasi yang dapat digunakan untuk menikmati suasana matahari terbit dan terbenam.
Namun, pengalaman menikmati pemandangan tidak selalu harus dilakukan pada waktu tertentu. Berada di kawasan perbukitan, melihat hamparan alam dan merasakan udara yang lebih sejuk sudah menjadi bagian dari perjalanan.
Kebun Buah di Tengah Perbukitan
Nama Kebun Buah Mangunan tidak lepas dari keberadaan berbagai tanaman buah di kawasan tersebut.
Informasi Pemerintah Kabupaten Bantul menyebutkan sejumlah tanaman buah yang dikembangkan di kawasan itu, antara lain mangga, durian, rambutan, jeruk, jambu air, belimbing dan jenis buah lainnya. Pada informasi yang lebih baru dari laman Jelajah Bantul, juga disebutkan beberapa jenis seperti manggis, duku, sawo, matoa, kelengkeng dan cempedak. Ketersediaan buah bergantung pada musim.
Hal ini memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Tempat tersebut tidak hanya menawarkan pemandangan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana lahan perbukitan dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian sekaligus wisata.
Di kawasan tersebut juga terdapat sejumlah fasilitas pendukung seperti gazebo, area camping, homestay, ruang pertemuan, area outbound dan fasilitas lainnya.
Perjalanan Bersama Nur
Dalam perjalanan tersebut, Nur menjadi salah satu narasumber yang turut memberikan warna pada perjalanan.
Perjalanan bersama orang lain sering kali membuat sebuah kunjungan menjadi lebih hidup. Ada waktu untuk berbincang, berhenti melihat pemandangan, serta menentukan tempat yang ingin disinggahi.
Mangunan memberikan cukup banyak pilihan bagi pengunjung yang ingin menikmati perjalanan dengan santai.
Bukan hanya satu lokasi yang bisa dikunjungi. Kawasan Mangunan dan sekitarnya memiliki sejumlah destinasi yang berada dalam bentang perbukitan Dlingo dan Imogiri.
Karena itu, perjalanan dapat disesuaikan dengan waktu yang tersedia. Pengunjung tidak harus mendatangi semua tempat sekaligus. Menentukan beberapa lokasi dan menikmati masing-masing tempat dengan waktu yang cukup justru dapat membuat perjalanan lebih nyaman.
Hutan Pinus Menjadi Bagian dari Lanskap Mangunan
Selain kebun buah, kawasan Mangunan juga dikenal dengan wisata berbasis hutan.
Mangunan Pines Forests berada di kawasan Mangunan dan menjadi salah satu lokasi yang dapat dikunjungi untuk menikmati suasana pepohonan pinus.
Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta menyebut kawasan hutan di Mangunan memiliki berbagai jenis tanaman, tidak hanya pinus, tetapi juga antara lain akasia, kemiri, mahoni dan kayu putih. Kawasan hutan tersebut dikembangkan sebagai bagian dari aktivitas wisata dan rekreasi.
Suasana hutan memberikan karakter yang berbeda dari kebun buah. Jika kebun buah menawarkan pandangan terbuka ke arah perbukitan, kawasan hutan memberikan pengalaman berada di antara pepohonan.
Bagi wisatawan, dua suasana tersebut dapat menjadi bagian dari perjalanan yang saling melengkapi.
Tidak Hanya Sekadar Berfoto
Kawasan Mangunan dalam beberapa tahun terakhir dikenal sebagai salah satu tujuan wisata di Bantul yang menawarkan pemandangan alam.
Namun, menikmati kawasan tersebut tidak harus selalu dikaitkan dengan aktivitas mengambil foto.
Berjalan santai, duduk di tempat yang tersedia, mengamati lanskap, atau sekadar menikmati udara merupakan kegiatan sederhana yang dapat dilakukan.
Perjalanan bersama Nur juga menjadi kesempatan untuk menikmati perjalanan tanpa harus mengejar terlalu banyak tujuan.
Ada waktu ketika kendaraan berhenti, kemudian perhatian beralih kepada pemandangan di sekitar. Momen seperti itu justru menjadi bagian yang membuat perjalanan terasa lebih personal.
Potensi Wisata dan Lingkungan
Perkembangan wisata di kawasan perbukitan Mangunan juga menunjukkan adanya pemanfaatan lingkungan untuk kegiatan rekreasi.
Kebun Buah Mangunan sejak awal dikembangkan dengan memanfaatkan lahan kering perbukitan yang sebelumnya kurang produktif. Pemerintah Kabupaten Bantul menyebut kawasan tersebut kemudian dilengkapi berbagai fasilitas wisata untuk mendukung kunjungan masyarakat.
Konsep tersebut memperlihatkan bahwa wisata alam tidak selalu harus berupa kawasan yang sepenuhnya alami tanpa aktivitas manusia.
Dalam praktiknya, terdapat perpaduan antara pertanian, penghijauan, fasilitas wisata dan aktivitas masyarakat.
Hal yang penting adalah menjaga agar aktivitas wisata tetap memperhatikan kondisi lingkungan. Kebersihan, pengelolaan sampah, penggunaan fasilitas secara tertib, serta menjaga tanaman dan kawasan sekitar menjadi bagian dari tanggung jawab pengunjung.
Mangunan sebagai Ruang untuk Berhenti Sejenak
Ada perjalanan yang dilakukan untuk mengejar tujuan. Ada pula perjalanan yang justru memberikan pengalaman dari proses menuju tempat tersebut.
Perjalanan penulis ke Mangunan bersama Nur lebih dekat dengan pengalaman kedua.
Jalan menuju perbukitan, udara yang lebih sejuk, pepohonan, kebun buah dan bentang alam di sekitar Imogiri menjadi rangkaian yang tidak terpisahkan.
Kawasan Mangunan juga memiliki sejumlah lokasi wisata lain, seperti Bukit Panguk Kediwung, Watu Goyang dan berbagai kawasan hutan pinus. Data Pemerintah Kabupaten Bantul mencatat beberapa destinasi tersebut sebagai bagian dari potensi wisata di wilayah Mangunan dan sekitarnya.
Karena banyak pilihan, wisatawan dapat menentukan sendiri bentuk perjalanan yang diinginkan.
Bagi sebagian orang, pagi hari mungkin menjadi waktu menarik untuk mengejar suasana kabut dan matahari terbit. Bagi lainnya, perjalanan siang atau sore dapat dipilih untuk menikmati suasana perbukitan dengan lebih santai.
Penutup
Perjalanan ke Mangunan, Imogiri, Kabupaten Bantul, memberikan gambaran bahwa wisata tidak selalu tentang destinasi yang ramai atau aktivitas yang padat.
Bentang perbukitan, jalan yang berkelok, udara yang sejuk, kebun buah, hutan pinus dan pemandangan Sungai Oya menjadi bagian dari pengalaman yang dapat dinikmati secara sederhana.
Bersama Nur, perjalanan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat sisi lain kawasan Yogyakarta yang berada di luar pusat perkotaan.
Mangunan menawarkan ruang untuk berhenti sejenak dari rutinitas. Tidak harus melakukan banyak hal. Cukup menyusuri jalan perbukitan, melihat pemandangan, menikmati suasana, dan berbincang selama perjalanan.
Pada akhirnya, perjalanan bukan hanya tentang tempat yang dituju, tetapi juga tentang apa yang ditemui sepanjang jalan. Mangunan menjadi salah satu contoh bahwa perjalanan singkat menuju kawasan perbukitan dapat menghadirkan pengalaman yang tetap berkesan. (Nur /Red)
.jpeg)