Jejak Awal Toboali Part 1: Dari Teknologi Tambang Timah Hingga Lahirnya Kota Bersejarah

 


Toboali, Babel24.Com - Sejarah Kabupaten Bangka Selatan tidak dapat dipisahkan dari perjalanan panjang Toboali sebagai pusat peradaban di wilayah selatan Pulau Bangka. Nama “Toboali” sendiri memiliki akar sejarah yang erat kaitannya dengan aktivitas pertambangan timah pada awal abad ke-18.

Asal-usul Nama Toboali

Secara etimologis, istilah Toboali berasal dari teknik penambangan timah tradisional masyarakat Bangka yang dikenal dengan sistem “tobo” atau “tebok”. Metode ini dilakukan dengan membuat lubang-lubang kecil sedalam beberapa kaki untuk mengambil bijih timah, kemudian tanahnya diangkut dan dicuci di sungai terdekat.

Ketika kandungan timah di suatu lokasi mulai berkurang, penambangan dipindahkan ke tempat lain. Dalam dialek lokal, proses berpindah ini dikenal dengan istilah “ale” (alih). Kombinasi aktivitas “tobo” dan “ale” inilah yang diyakini melahirkan istilah “Toboali”.

Nama tersebut kemudian berkembang menjadi identitas geografis wilayah penambangan yang kelak menjadi pusat pemukiman.

Toboali dan Kebijakan Kesultanan Palembang

Pada masa Sultan Muhammad Mansyur Jayo Ing Lago (1702–1711), eksploitasi timah dilakukan secara besar-besaran. Sultan melanjutkan kebijakan ayahnya, Sultan Abdurrahman, yang membangun sistem pertahanan berupa benteng dan parit yang juga berfungsi mendukung pertanian, perkebunan lada, serta pertambangan.

Benteng pertahanan yang dibangun di wilayah selatan Sungai Tagak menjadi cikal bakal Kota Toboali. Kawasan ini bahkan tercatat dalam peta Inggris tahun 1821 sebagai “Old Toobooallie” dan dalam peta Belanda sebagai “Oud-Toboali”.

Toponimi Toboali bukan sekadar nama, melainkan representasi sejarah ekonomi, sosial, dan politik yang berkembang pada masa itu. (RAPPK)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak