Bangka Belitung, Babel24.com - Presiden Prabowo Subianto mengutarakan program baru yang ia sebut "gentengisasi". Prabowo menyampaikan program itu saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026)."Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia," paparnya
Apa Itu Gentengisasi?
Secara sederhana, gentengisasi adalah inisiatif untuk meningkatkan kualitas hunian dan estetika lingkungan dengan mengganti atap seng — yang rentan panas dan mudah berkarat — menjadi genteng tanah liat atau genteng modern lain yang lebih tahan lama. Program ini bukan sekadar mengganti material bangunan, tetapi juga bagian dari upaya memperindah tampilan Indonesia secara nasional serta merangsang ekonomi lokal.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa melalui proyek ini, dia berharap seluruh wilayah di Indonesia dapat terlihat lebih rapi dan menunjukkan wajah bangsa yang lebih maju, selain memberikan kenyamanan lebih baik bagi penghuni rumah.
Skema Pendanaan dan Anggaran
Pemerintah tengah menyusun skema pendanaan untuk mewujudkan gentengisasi yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak swasta. Skema ini dirancang agar tidak sepenuhnya membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan estimasi anggaran pelaksanaan gentengisasi diperkirakan tidak lebih dari Rp1 triliun, jauh lebih kecil dibanding asumsi awal yang dianggap dapat membebani anggaran negara. Anggaran ini diproyeksikan berasal dari cadangan fiskal pemerintah, termasuk kemungkinan realokasi dari dana cadangan program lain seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebagai ilustrasi, alokasi cadangan tersebut dipandang memadai karena gentengisasi tidak akan mengganti seluruh atap rumah di Indonesia, melainkan hanya rumah yang masih memanfaatkan atap seng — diperkirakan hanya sebagian kecil dari total hunian nasional.
Target dan Teknik Pelaksanaan
Untuk melancarkan gestur pendukung gentengisasi, pemerintah mendorong keterlibatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai pelaksana produksi genteng secara lokal. Rencana ini mencakup pembangunan pabrik genteng skala lokal agar produksi genteng bisa dilakukan di tingkat desa dengan bahan baku tanah liat yang melimpah.
Pembuatan genteng juga direncanakan memanfaatkan material ramah lingkungan seperti abu sisa pembakaran batu bara (fly ash) untuk menghasilkan genteng yang lebih ringan namun tetap kuat, sekaligus mendorong pemanfaatan limbah industri secara produktif.
Dukung Pemerintah Daerah
Program gentengisasi mendapat respons positif dari sejumlah kepala daerah, seperti Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo, yang menyatakan dukungan penuh atas ide Presiden Prabowo. Ia mendorong implementasi program di wilayahnya agar kota Jakarta tampil lebih rapi dan estetis.
Catatan Publik dan Tantangan
Meski mendapat dukungan pemerintah, program gentengisasi juga menuai diskusi di masyarakat. Beberapa menganggap fokus pada penggantian atap rumah mungkin kurang prioritas dibanding isu ekonomi atau kesejahteraan lain bahkan sempat ada selentingan dari warganet tentang badan yang akan dibentuk seperti BGN ( Badan genteng nasional), tetapi pendukungnya melihat manfaat jangka panjang seperti estetika lingkungan, kenyamanan hunian, dan pemberdayaan ekonomi desa. (RAPPK)
