Toboali, Babel24.com- Baca Dulu Part 1 Sejarah Jejak Awal Toboali Part 1: Dari Teknologi Tambang Timah Hingga Lahirnya Kota Bersejarah , Jejak Awal Toboali Part 2: Benteng Pertahanan dan Pusat Tambang Timah
Perjalanan Bangka Selatan menuju daerah otonom memiliki dinamika panjang, mulai dari masa kolonial hingga era reformasi.
Masa Pendudukan dan Awal Pemerintahan RI
Saat Jepang menduduki Indonesia pada tahun 1942, Bangka Belitung berada di bawah pemerintahan militer yang disebut Bangka Biliton Gunseibu. Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, wilayah Bangka masuk dalam struktur pemerintahan Sumatera Selatan.
Seiring perkembangan politik nasional, Bangka sempat menjadi bagian dari negara federal Republik Indonesia Serikat (RIS) sebelum akhirnya kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia dan berstatus sebagai kabupaten.
Era Reformasi dan Pemekaran Wilayah
Semangat desentralisasi pasca reformasi membuka peluang pembentukan daerah otonom baru. Aspirasi masyarakat Toboali untuk membentuk kabupaten sendiri diwujudkan melalui berbagai gerakan perjuangan, termasuk pembentukan Komite Perjuangan Pemuda Toboali (KPPT).
Perjuangan tersebut membuahkan hasil pada 27 Januari 2003 ketika DPR RI mengesahkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Bangka Selatan.
Sejak resmi berdiri, Bangka Selatan terus berkembang dari lima kecamatan menjadi delapan kecamatan, dengan pusat pemerintahan di Toboali.
Kepemimpinan dan Perkembangan Daerah
Penjabat Bupati pertama dilantik pada 24 Mei 2003 untuk membangun fondasi pemerintahan. Sejak saat itu, kepemimpinan daerah terus berganti hingga periode terkini, membawa Bangka Selatan menuju arah pembangunan yang lebih maju dan mandiri. (RAPPK)
