Bangka Belitung, Babel24.com - Setiap 9 Februari, Indonesia memperingati Hari Pers Nasional (HPN) sebagai bentuk penghormatan terhadap peran pers dan jurnalis dalam sejarah bangsa. Peringatan ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi merupakan pengakuan atas kontribusi besar media dalam pembentukan opini publik, penyebaran informasi, hingga perjuangan bangsa di masa lalu.
Awal Mula: Lahirnya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
Sejarah Hari Pers Nasional bermula dari berdirinya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 9 Februari 1946 di Surakarta (Solo), Jawa Tengah. Organisasi ini merupakan wadah profesional pertama bagi jurnalis di Indonesia dan menjadi tonggak penting dalam perkembangan pers nasional. Pembentukan PWI sendiri terjadi di tengah masa awal kemerdekaan, ketika pers berperan aktif menyebarkan informasi dan semangat perjuangan rakyat Indonesia.
Perjalanan Menuju Penetapan Hari Pers Nasional
Kesadaran akan pentingnya pers sebagai pilar demokrasi mendorong tokoh-tokoh pers untuk memperingati kelahiran PWI secara nasional. Ide ini mulai muncul dalam Kongres Persatuan Wartawan Indonesia pada akhir 1970-an sebagai upaya menghargai jasa pers dalam sejarah bangsa.
Beberapa tahun kemudian, pemerintah Indonesia menetapkan bahwa tanggal 9 Februari — bertepatan dengan ulang tahun PWI — akan dijadikan peringatan resmi Hari Pers Nasional. Hal ini dituangkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 5 Tahun 1985, yang ditandatangani oleh Presiden Soeharto pada 23 Januari 1985. Keppres tersebut menegaskan bahwa pers nasional mempunyai sejarah perjuangan yang penting dan peran strategis dalam pembangunan nasional serta pengamalan nilai-nilai Pancasila.
Makna dan Peringatan HPN
Peringatan Hari Pers Nasional bukan hanya sekedar memperingati hari lahir sebuah organisasi, tetapi juga menjadi momentum refleksi tentang peran media dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pers dianggap sebagai salah satu pilar penting demokrasi yang membantu masyarakat memperoleh informasi yang benar serta bertanggung jawab.
Setiap tahunnya, Peringatan Hari Pers Nasional dirayakan dengan berbagai kegiatan yang melibatkan insan media, pemerintah, hingga masyarakat umum. Kegiatan ini biasanya diselenggarakan secara bergilir di ibu kota provinsi di seluruh Indonesia dengan tema yang berbeda-beda setiap tahun, menyoroti isu penting dalam dunia pers.
Peran Pers dalam Sejarah Indonesia
Sejarah pers Indonesia tidak terlepas dari perjuangan melawan kolonialisme dan upaya mempertahankan kemerdekaan. Pada masa penjajahan, pers menjadi alat penyebar semangat kemerdekaan serta kritik terhadap penjajah. Tokoh-tokoh pers seperti Raden Mas Djokomono Tirto Adhi Soerjo dikenal sebagai pionir jurnalistik nasional, di mana kiprahnya memengaruhi perkembangan media cetak dan kebebasan pers di Indonesia.
Hari Pers Nasional Hari Ini
Kini, Hari Pers Nasional menjadi bagian dari kalender nasional yang rutin diperingati setiap 9 Februari. Momen ini juga memberi ruang bagi insan pers untuk mengevaluasi peran mereka di era digital, memperkuat profesionalisme, serta menghadapi tantangan baru seperti disinformasi dan perubahan teknologi media. (RAPPK)
